Putri Ramadhani
Jumat, 31 Mei 2024
KESALAHAN PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA DALAM SOSIAL MEDIA
Rabu, 31 Mei 2023
Syair Angkola
CONTOH SYAIR BAHASA ANGKOLA
A. Pengertian Syair
Syair adalah
salah satu jenis puisi klasik yang memperoleh pengaruh kebudayaan Arab.
Syair termasuk salah satu puisi lama yang berasal dari Persia dan dibawa ke
dalam sastra Indonesia bersama dengan masuknya ajaran Islam ke
Indonesia. Jumlah baris pada syair adalah empat baris dengan jumlah suku kata antara
delapan hingga sepuluh suku kata. Bagian syair secara keseluruhan hanya memuat
isi dan tidak memiliki sampiran. Rima yang digunakan pada syair berpola
a-a-a-a. Isi syair dapat berupa kisah romantis, peristiwa sejarah dan ajaran
agama. Syair juga dapat berisi kiasan atau saduran.
B. Sejarah Angkola
Syair adalah
salah satu jenis puisi klasik yang memperoleh pengaruh kebudayaan Arab.
Syair termasuk salah satu puisi lama yang berasal dari Persia dan dibawa ke
dalam sastra Indonesia bersama dengan masuknya ajaran Islam ke
Indonesia. Jumlah baris pada syair adalah empat baris dengan jumlah suku kata antara
delapan hingga sepuluh suku kata. Bagian syair secara keseluruhan hanya memuat
isi dan tidak memiliki sampiran. Rima yang digunakan pada syair berpola
a-a-a-a. Isi syair dapat berupa kisah romantis, peristiwa sejarah dan ajaran
agama. Syair juga dapat berisi kiasan atau saduran.
contoh syair bahasa angkola sebagai berikut:
Aku harap aku berada disana
ᯀᯄᯮ ᯄᯒᯇ᯲ ᯀᯄᯮ ᯅᯩᯒᯑ ᯑᯪᯚᯉ
Di barisan para pejuang syuhada
ᯑᯪ ᯅᯒᯪᯚᯉ᯲ ᯇᯒ ᯇᯩᯐᯮᯀᯝ᯲ ᯚ᯲ᯛᯮᯄᯑ
Yang dulunya aku tertatih jatuh didunia
ᯛᯰ ᯑᯮᯞᯮᯠ ᯀᯄᯮ ᯖᯒᯩ᯲ᯖᯖᯄᯪ᯲ ᯐᯖᯄᯮ᯲ ᯑᯪᯑᯮᯉᯪᯀ
Aku rindu akhir yang bahagia
ᯀᯄᯮ ᯒᯉᯪ᯲ᯑᯮ ᯀᯄ᯲ᯄᯒᯪ᯲ ᯛᯰ ᯅᯄᯎᯪᯀ
Tak bisa ku menahan hati
ᯖᯄ᯲ ᯅᯪᯚ ᯄᯮ ᯔᯩᯉᯄᯉ᯲ ᯄᯖᯪ
Padanya ku terlampau melewati batas diri
ᯇᯑᯠ ᯄᯮ ᯖᯒᯩ᯲ᯞᯔ᯲ᯇᯥ ᯔᯩᯞᯩᯋᯖᯪ ᯅᯖᯚ᯲ ᯑᯪᯒᯪ
Hingga tak sadar nikmat cinta tak lagi menghampiri
ᯄᯪᯰᯎ ᯖᯄ᯲ ᯚᯑᯒ᯲ ᯉᯄᯪ᯲ᯔᯖ᯲ ᯚᯉᯪ᯲ᯖ ᯖᯄ᯲ ᯞᯎᯪ ᯔᯩᯰᯄᯔ᯲ᯇᯪᯒᯪ
sudah cukup tak ingin lagi menapaki yang tak pasti
ᯚᯮᯑᯄ᯲ ᯚᯮᯄᯇᯮ᯲ ᯖᯄ᯲ ᯤᯝᯉᯪ᯲ ᯞᯎᯪ ᯔᯩᯉᯇᯄᯪ ᯛᯰ ᯖᯄ᯲ ᯇᯚ᯲ᯖᯪ
Dunia ini sangat menyakitkan Rabbi
ᯑᯮᯉᯪᯀ ᯤᯉᯪ ᯚᯝᯖ᯲ ᯔᯩᯠᯄᯖᯪ᯲ᯄᯉ᯲ ᯒᯅ᯲ᯅᯪ
Atau aku yang selalu gagal menapaki proses diri
ᯀᯖᯥ ᯀᯄᯮ ᯛᯰ ᯚᯩᯞᯞᯮ ᯎᯎᯞ᯲ ᯔᯩᯉᯇᯄᯪ ᯇ᯲ᯒᯬᯚᯚᯩ᯲ ᯑᯪᯒᯪ
Rasanya duri dunia dan krikil tajam sulit sekali ku lewati
ᯒᯚᯠ ᯑᯮᯒᯪ ᯑᯮᯉᯪᯀ ᯑᯉ᯲ ᯄ᯲ᯒᯪᯄᯞᯪ᯲ ᯖᯐᯔ᯲ ᯚᯮᯞᯖᯪ᯲ ᯚᯩᯄᯞᯪ ᯄᯮ ᯞᯩᯋᯖᯪ
Genggam hatiku untuk kuat menghadapi nafsu diri
ᯎᯩᯰᯎᯔ᯲ ᯄᯖᯪᯄᯮ ᯥᯉ᯲ᯖᯄᯮ᯲ ᯄᯮᯀᯖ᯲ ᯔᯩᯰᯄᯑᯇᯪ ᯉfᯚᯮ ᯑᯪᯒᯪ
Syair diatas termasuk kedalam contoh syair agama. karena di dalam terdapat nilai-nilai ke agamaan dari seseorang dan sang Rabbi- Nya.
Minggu, 25 Desember 2022
TANDA BACA DAN PENGGUNAAN TANDA BACA
Tanda Baca Dan Penggunaan Tanda Baca
Pasti kita pernah mengalami kesalahan dalam memakai tanda baca. Nah, disini kita akan mengetahui pemakaian tanda baca yang benar dan tepat.
A. Pengertian Tanda Baca
Tanda baca adalah simbol yang nggak ada hubungannya sama suara, kata, atau frasa dalam suatu bahasa. Tanda baca itu sendiri berperan menunjukkan sebuah struktur tulisan, intonasi, dan jeda pada saat pembacaan.
1. Penggunaan Tanda Baca Titik (.)
A. Penandapada akhir kalimat.
Fungsi tanda titik yang paling umum dan paling banyak dipahami orang-orang ialah sebagai penanda pada akhir kalimat. Bukan kalimat seruan atau kalimat tanya. Kamu biasa memahaminya sebagai kalimat berita.
Contoh:
- Ayah baru saja berangkat ke Yogyakarta.
- Ida sudah menyelesaikan artikel tentang Ketimpangan Sosial kemarin.
B. Tanda di Penulisan Bagan, Ikhtisar, atau Daftar
Tanda titik bisa digunakan di belakang satu huruf atau angka dalam penulisan bagan, ikhtisar, atau daftar.
Contoh:
- II. Provinsi Jawa Barat.
Kota Bekasi.
Kabupaten Bekasi.
- 3. Pembahasan
3.1 Isi
3.2 Analisa Tabel
3.3 Analisa Grafik
C. Pemisah Angka pada Penanda Waktu (Jam, Menit, dan Detik)
Jarang diketahui, tanda titik juga dapat digunakan sebagai pemisah angka jam, menit, dan detik. Hal ini disebabkan tanda tersebut sering digantikan oleh titik dua (:)
Contoh:
- Pukul 06.05 (Pukul 6 lewat 5 menit)
- Pukul 10.18 (Pukul 10 lewat 18 menit)
D. Penunjukkan Jangka Waktu
Hampir serupa dengan fungsi yang ketiga, tanda titik juga berfungsi sebagai penunjukkan jangka waktu tertentu.
Contoh:
- 01.03.47 (1 jam 3 menit 47 detik)
- 07.00.38 (7 jam 38 detik)
E. Memperjelas Jumlah
Tanda titik digunakan untuk memperjelas bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh:
- Kasus COVID-19 di Indonesia tembus 1.000.000 kasus.
- Kecelakaan di tol bulan lalu mencapai 1.200 kejadian.
Tapi perlu kamu ingat nih, tanda titik tidak berlaku kepada angka yang tidak menyatakan jumlah meskipun angkanya ribuan ya.
Contoh:
- Tsunami di Aceh terjadi pada tahun 2004.
- Perempuan itu kelahiran tahun 1999.
F. Peran dalam Penulisan Referensi
Dalam penulisan daftar pustaka, tanda titik digunakan setelah nama penulis, judul tulisan yang tidak mengandung tanda seru atau tanda tanya, dan tempat terbit.
Contoh: - Agung, Muhammad. 2007. Media Belajar yang Asyik. Solo: Ragam Cendekia7. Tidak Digunakan pada Akhir Judul
Kamu tidak boleh menggunakan tanda titik pada akhir judul karangan/artikel yang merupakan kepala karangan. Selain itu pada bagian kepala tabel, grafik, dan ilustrasi juga tidak boleh diakhiri dengan tanda titik.
Contoh:
- Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas
- Grafik 3.2 Angka Kematian COVID-19 di Provinsi Jawa Timur
- Cara Memulai Bisnis Rumahan di Bulan Ramadan
G. Tidak Digunakan pada Kepala Surat
Oh iya tanda titik ini juga tidak boleh dipakai dalam kepala surat ya. Artinya, tanda titik tidak diperbolehkan di belakang alamat pengirim dan penerima surat, nama pengirim dan penerima surat, dan tanggal surat.
Contoh:
- Kepada
- HRD PT Jaya Sentosa
- Jalan Pandawa
2. Penggunaan Tanda Baca Koma (,)
A. Diletakkan di Tengah Kalimat. Tanda ini sangat sering digunakan pada tengah-tengah kalimat. Nah, tanda koma biasanya dipakai dalam suatu perincian atau pun penyebutan bilangan. Untuk penempatannya ada di belakang kata yang mengikutinya.
Contoh:
- Satu, dua, tiga, ….. mulai!
- Ibu berbelanja keperluan memasak seperti garam, gula, kecap, dan minyak goreng.
B. Perbandingan Kalimat adalah tanda koma berperan dalam membentuk sebuah kalimat perbandingan. Tanda ini dipakai memisahkan kalimat yang setara yang didahului kata yang menunjukkan perbandingan seperti tetapi, namun, atau melainkan.
Contoh:
-Wahana wisata itu sungguh menyenangkan, namun cukup berbahaya bagi anak-anak.
C. Memisahkan Anak Kalimat dengan Induk Kalimat
Tanda koma juga dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimatnya. Dengan catatan, jika anak kalimatnya mendahului induk kalimat.
Contoh:
- Jika tempatnya terlalu sempit, kita tidak akan gunakan tempat itu.
D. Pemisah Partikel adalah tanda koma dipakai untuk memisahkan partikel dengan inti kalimat. Partikel ini bukan seperti partikel di materi IPA ya. Partikel dalam bahasa Indonesia seperti oh, ya, hmm, wah, aduh, dan bentuk lainnya.
Contoh:
- Wah, ternyata pemandangan di sini tak kalah indahnya!
- Hmm, baiklah kalau seperti itu.
E. Kata Penghubung Antarkalimat
Kamu wajib meletakkan tanda koma di belakang kata atau ungkapan yang menjadi penghubung antarkalimat. Kata atau ungkapan tersebut misalnya oleh karena itu, namun, akan tetapi, maka dari itu, dan meskipun begitu.
Contoh:
- …. oleh karena itu, kita harus merencanakan dengan matang.
- ...... akan tetapi, peluang tim ini untuk menang masih terbuka lebar.
F. dentitas yang Ditulis Berurutan
Maksud identitas itu ialah penulisan nama dan alamat, bagian alamat, tempat dan tanggal, serta nama tempat atau wilayah yang ditulis secara berurutan harus memakai tanda koma.
Contohnya:
- Jakarta, 13 April 2021
- Jalan Raya Bogor KM 19, Kramat Jati, Jakarta Timur
G. Memisahkan Petikan Langsung adalah kalau kamu menemukan percakapan dalam sebuah cerita, baik di cerpen atau novel, tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagiannya yang lain dalam kalimat.
Contoh:
-Baiklah,” jawab Pak Adi, “segera akan saya kerjakan hari ini.”
H. Catatan Kaki adalah dalam penyusunan catatan kaki, tanda koma digunakan dalam penyusunannya.
Contoh:
- Anton M. Moeliono, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat (Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017), hlm 48.
I. Penulisan Daftar Pustaka
Pada penyusunan daftar pustaka, tanda koma berfungsi sebagai pemisah bagian nama yang dibalik susunannya. Dalam penulisan daftar pustaka, tanda koma digunakan untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya.
Contoh:
- Moeliono, Anton M., dkk. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
J. Penulisan Bilangan
Tanda koma dalam hal ini dipakai pada angka persepuluhan atau bisa dipakai di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh:
- 17,2 km
- Rp90,12
K. Penulisan Gelar
Dalam penulisan gelar akademik, tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar yang mengikutinya untuk membedakan dari singkatan nama diri, marga, atau keluarga.
Contoh:
- Hani Ammariah, S.Si
- Ny. Ratu Regina, S.Kom
L. Kalimat Bertingkat adalah tanda koma juga berperan dalam kalimat bertingkat nih. Ia dipakai buat mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh:
- Kakak pertamaku, Kresno, adalah orang yang sangat kreatif.
M. Menghindari Salah Baca
tanda koma berfungsi juga untuk menghindari salah baca/salah penafsiran lho. Tanda ini digunakan di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh:
- Dalam upaya pembinaan warga, kita memerlukan semangat gotong royong.
- Bandingan dengan
- Kita memerlukan semangat gotong royong dalam upaya pembinaan warga.
N. Tidak Digunakan untuk Pemisahan Petikan Langsung
Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dalam kalimat jika petikan langsung diakhiri tanda tanya atau tanda seru.
Contoh:
- “Kenapa kamu berbohong?” tanya Devi.
- “Visitor blog jangan sampai turun lagi!” tegas Fahri..
3. Penggunaan Tanda Baca Seru (!)
A. Kalimat Perintah
Kalau kamu memerintahkan atau menyeru kepada seseorang, maka berlaku penggunaan tanda seru di sini jika ucapanmu dituliskan. Tanda seru ini dipakai baik perintah yang sifatnya keras maupun tidak.
Contoh:
- Tolong matikan lampu di ruang itu!
- Kerjakan tugas ini sekarang juga!
B. Menunjukkan Ekspresi Terkejut/Kaget
Ketika kamu merasa kaget, terkejut, atau rasa emosi yang kuat, maka wajib menggunakan tanda seru dalam penulisan kalimatnya.
Contoh:
- Astaga! Apakah aku lupa mengirimkan kabar ke kamu?
4. Penggunaan Tanda Baca Tanya (?)
A. Menanyakan Sesuatu
Namanya aja tanda tanya, sudah pasti fungsi yang pertama bertujuan untuk kalimat yang menanyakan sesuatu.
Contoh:
- Kapan Gulman pergi ke Bandung?
- Apakah Devi sudah tahu kabar itu?
B. Digunakan dalam Tanda Kurung
Tanda tanya bisa diletakkan di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian dari sebuah kalimat yang masih kurang dapat dibuktikan keabsahannya.
Contoh:
- Total dana yang dikorupsi sekitar 500 juta rupiah (?)
5. Penggunaan Tanda Baca Titik Koma (;)
A. Memisahkan Bagian Kalimat
Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara.Contoh:
- Malam semakin larut; tugasnya tak kunjung selesai.
B. Memisahkan Kalimat Setara
Tanda ini bisa dipakai sebagai pengganti kata hubung untuk memisahkan kalimat yang masih setara dalam kalimat majemuk.
Contoh:
- Ibu memasak di dapur; Nanda menonton TV di ruang tamu.
6. Penggunaan Tanda Baca Titik Dua (:)
A. Akhir Pernyataan Lengkap
Tanda titik dua digunakan pada akhir pernyataan yang lengkap. Tapi, hal ini hanya berlaku jika masih dalam rangkaian yang sama ya.
Contoh:
- Kita persiapkan perlengkapan berkemah: tenda, ransel, jaket, dan pakaian tidur.
B. Sesudah Kata atau Ungkapan
Tanda titik dua ini bisa digunakan sesudah kata/ungkapan juga lho
Contoh:
- Ketua: Dwi Hatmojo Kresnoadi
- Wakil Ketua: Hani Ammariah
C. Di antara Identitas Penerbit adalah tanda titik dua bisa dipakai di antara
Tanda titik dua di antara:
(a) jilid atau nomor dan halaman,
(b) bab dan ayat dalam kitab suci,
(c) judul dan subjudul suatu karangan, serta
(d) nama kota dan penerbit buku dalam daftar pustaka..
Contoh:
- Republika, 1 (2020), 34:7
- Al-Kahfi: 10
D. Dalam Teks Drama Setelah Kata yang Menunjukkan Pelaku
Tanda titik dua dipakai dalam teks drama setelah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:
Anabel: (sambil memandang ke bawah) “Sudahlah. Mungkin memanglah ini takdirku”
Ica: (menepuk pundak anabel) “Hei, ngapain ngelamun aja?”.
7. Penggunaan Tanda Baca Elipsis/Titik-titik (...)
A. Penulisan Kalimat yang Terputus-putus. tanda elipsis ditulis dengan cara titik-spasi-titik-spasi-titik ( . . . ). Tanda ini dipakai dalam penulisan kalimat yang terputus-putus.
Contoh:
- Hmm . . . . aku juga tidak habis pikir dengan kejadian itu.
- Penunjukkan Ada Bagian Naskah yang Dihilangkan
- anda elipsis dipakai juga untuk menunjukkan kalau di sebuah kalimat ada bagian yang dihilangkan.
Contoh:
- Hal yang patut dihindari . . . serta menjadi masalah yang cukup besar dalam teknik membuat website.
Kalau bagian yang dihilangkan itu akhir dari kalimat, maka kamu perlu memakai empat titik (... .), tiga titik penanda hilangnya bagian teks, dan satu sebagai tanda akhir kalimat.
Contoh:
- Dia termasuk orang yang setuju dengan …
8.Penggunaan Tanda Baca Pisah (—)
A. Membatasi Penyisipan Kata
Jika ada pembatasan penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar konteks kalimat, maka digunakan tanda pisah.
Contoh:
- Kesuksesan itu—saya yakin akan tercapai—harus diperjuangkan oleh dirinya sendiri.
9. Penggunaan Tanda Baca Kurung (())
A. Mengapit Angka
Kamu bisa memakai tanda baca kurung untuk digunakan mengapit angka atau huruf yang merinci suatu urutan.
Contoh:
- Harta kekayaannya meliputi (a) logam mulia, (b) properti, dan (c) saham.
10. Penggunaan Tanda Baca Kurung Siku ([ ])
A. Mengapit Keterangan
Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan yang ada di kalimat penjelas. Nah, kalimat penjelas ini sebelumnya sudah bertanda kurung ya.
Contoh:
– Persamaan dari metode pengajaran itu (perbedaannya [lihat halaman 33-45] cukup signifikan) memberikan output yang kurang lebih sama dengan tujuan awal.
11. Penggunaan Tanda Baca Apostrof (‘)
A. Penggunaan Kata Khusus
Dalam penulisan, tanda ini digunakan dalam penulisan nama serta kata khusus dari serapan bahasa asing.
Contoh:
- Ahmad Syafi’i (bukan ‘Syafi i’ atau ‘Syafii’)
- Surat Al-An’am (bukan Al-An am atau Al-Anam)
12. Penggunaan Tanda Baca Petik (“)
A. Petikan Langsung
Tanda petik berfungsi sebagai pengapit petikan langsung dari pembicaraan dalam naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh:
- “Aku lapar,” ucap Ratu.
- Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia.”
13. Penggunaan Tanda Baca Petik Tunggal (‘)
A. Mengapit Makna
Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang ada di dalam petikan lain.
Contoh:
“Kau dengar bunyi ‘ngiung-ngiung’ tadi kah?” tanya Fahri kepada Adi.
Selasa, 01 November 2022
Dunia Wartawan
Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
A. Kode Etik
Kode etik merupakan suatu norma atau aturan yang telah dibuat secara tegas menyatakan untuk kebenaran, baik dan buruknya bagi seorang wartawan profesional. Seorang wartawan harus bisa melakukan apa yang harus dilakukan dan yang tidak dilakukan. Dalam mewujudkan kemerdekaan pers, seorang wartawan harus menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat dan norma-norma agama. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas, fungsi, hak, kewajibannya pers harus menghargai hak asasi setiap orang. Hal inilah yang membuat pers dituntut untuk profesional. Begitu pula kode etik jurnalistik (KEJ) harus menempati posisi yang strategis dan penting bagi wartawan. Seharusnya wartawan memiliki kedudukan yang istimewa. Kemudian, setiap wartawan yang tidak memahami dan mentaati kode etik jurnalistik akan kehilangan martabatnya sebagai seorang wartawan.
Adapun empat alasan penting kode etik jurnalistik bagi wartawan yaitu:
1. Kode etik jurnalistik dibuat khusus dari, untuk dan oleh kalangan wartawan dengan tujuan untuk menjaga kehormatan profesi sebagai wartawan.
2. Seorang wartawan harus memiliki keterampilan teknis di bidangnya. Sepertimenulis berita dan artikel, dan juga mampu menyiarkan berita dengan baik.
3. Wartawan juga hatus memiliki pengetahuan yang luas baik dalam penguasaan teknis ataupun mampu bersosialisasi kemasyarakat.
4. Kode etik jurnalistik sebagai barometer profesionalisme wartawan
Pelaksanaan kode etik jurnalistik merupakan salah satu barometer seberapa besar amanah yang diberikan oleh rakyat kepada pers yang dijalankan. Oleh karna itu, jika seorang wartawan tidak dapat memahami dan mentaati kode etik jurnalistik ini. Maka, wartawan telah mengkhianati kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya. Oleh karena itu, pemahaman dan juga penataan terhadap kode etik jurnalistik ini sangat mutlak bagi seorang wartawan.
Adapun 5 manfaat bagi wartawan yang mentaati KEJ yaitu:
1. Melindungi keberadaan seorang profesional dalam menjalankan tugasnya.
2. Melindungi masyarakat dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
3. Mendorong persaingan sehat antar praktisi.
4. Mencegah adanya kecurangan sesama wartawan.
5. Mencegah informasi palsu oleh narasumber.
Ketika seorang wartawan membuat sebuah berita hoax maka akan terkena pasal 28 UU ITE dan dipidana dengan hukuman enam tahun penjara atau denda sebesar satu miliar rupiah. Sejatinya hukuman dalam kode etik masih bersifat moral. Karena, sanksi dari kode etik masih dari hati nurani masyarakat yang baik. Kemudian tidka semua wartawan bisa dikenakan isi kode etik untuk organisasi wartawan tertentu. Contohnya, kode etik milik PWI hanya berlaku bagi wartawan dan anggota dibawah organisasi PWI. Kode etik PWI bersifat otonom dan personal, hak otonom dalam menyusun, membuat, mengawasi personal dalam pelaksanaan KEJ PWI.
PERNYATAAN:
1. Manfaatnya kita bisa mengetahui apa saja aturan yang berlaku bagi seornag wartawan dalam menjalankan tugasnya.
2. Motivasinya, kita bisa lebih bisa mempersiapkan diri jika ingin menjadi seorang wartawan
3. Kegunaanya, membuat kita lebih mudah untuk mengetahui proses-proses yang telah dilakukan oleh seorang wartawan dalam bertugas
4. Kerugiannya, kita tidak akan pernah bisa memahami betapa sulitnya menjadi seorang wartawan yang memegang penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
Kewartawanan dan Wartawan
Wartawan merupakan orang yang pekerjaannya mencari,mengumpulkan,memilih, mengolah berita dan menyajikan secepatnya kepada masyarakat luas melalui media massa baik yang tercetak maupun elektronik.
Pengertian wartawan sendiri tercantum dalam pasal 1 ayat 4 undang-undang nomor 40 tahun 1999 yang berbunyi " wartawan adalah profesi yang secara teratur melakukan kegiatan jurnalistik dalam bentuk mencari,memperoleh, memiliki, menyimpan,mengolah,dan menyampaikan informasi kepada perusahaan atau kantor berita untuk disiarkan (dipublikasikan)kepada masyarakat umum agar mereka memperoleh informasi yang benar tepat akurat dan objektif."
A. Istilah lain dari wartawan adalah jurnalis atau journalist yang memiliki arti :
1. Seorang yang melakukan tugas di bidang pers2
2. Seorang yang bertugas mencari menyusun dan menyunting berita
3. Seorang yang pekerjaannya mengedit atau merangkum berita untuk dipublikasikan secara periodical.
B. Tujuan wartawan melakukan wawancara adalah untuk :
1. memperoleh fakta yang penting dari suatu masalah
2. Mencari informasi
C. Jenis-jenis wartawan
1. Wartawan profesional adalah wartawan yang menjadikan kegiatan kewartawanan sebagai profesi
2. Wartawan freelance adalah wartawan yang tidak bergantung pada satu kabar atau berita saja
3. Koresponden adalah istilah yang sering dipakai untuk menyebut wartawan yang bertugas di daerah dan tidak berada pada satu kota dengan pusat penerbitan.
4. Wartawan kantor berita adalah wartawan dari satu kantor berita (new pers agency)tugas seorang wartawan ialah sebagai reporting atau bentuk pelaporan yang memerlukan kemampuan untuk melapor dan menulis berbagai topik.
PERNYATAAN:
1. Manfaat yang saya dapatkan dari mempelajari kewartawanan dan Wartawan adalah meningkatkan kemampuan saya dalam mencari berita dan dapat menambah wawasan saya mengenai bagaimana cara menjadi wawancara yang baik dan benar.
2. Motivasi saya adalah ingin lebih dalam mengetahui tentang kewartawanan dan Wartawan agar dapat mengetahui bagaimana teknik menyampaikan berita yang benar.
3. Kegunaan mempelajari materi ini adalah untuk mengasah kemampuan kita dalam membuat, mencari dan menulis berita.
4. Kerugian yang kita dapatkan jika tidak mempelajari materi ini adalah kita tidak akan dapat berfikir kreatif mengenai berita-berita yang terjadi.
Tugas dan Standar Wartawan
A. Tugas Wartawan
Wartawan adalah orang yang bertugas untuk mencari, mengumpulkan dan menyajikan suatu berita kepada masyarakat yang akan di sebar luaskan melalui media cetak ataupun media elektronik. Menjadi seorang wartawan tidaklah mudah karena seorang wartawan akan diberikan tanggung jawab yang begitu berat karena dengan adanya seorang wartawan akan sangat mempengaruhi pola pikir manusia di dalam kehidupan. Biasanya juga seorang wartawan akan menggali informasi kepada pihak yang terkait agar bisa menunjukkan bukti-bukti yang nyata untuk sebuah informasi yang akan dibuat. Wartawan juga harus mengikuti aturan yang ada di dalam kode etik yang sudah diberlakukan untuk wartawan misalnya, seorang wartawan dalam melakukan pekerjaan tidak. Boleh menerima suap dalam jenis apapun, wartawan juga harus menyembunyikan identitas dari pihak pelaku maupun korban dan wartawan harus mengecek terlebih dahulu berita yang akan disebar luaskan sudah akurat atau belum.
Tugas utama seorang wartawan adalah reporting yang telah ditulis melalui outlet berita seperti surat kabar, tepevisi, radio. Selain itu, tugas dan tanggung jawab seorang wartawan yaitu:
1. Authenticator adalah memeriksa atau memastikan kebenaran dari informasi berita tersebut.
2. Sense Maker adalah yang akan menjelaskan bahwa informasi tersebut benar.
3.investigator adalah yang menjadi pengawas atau pembongkar kejahatan dan wartawan dituntut untuk siap apabila mengalami hal tersebut.
4.withness Bearer adalah yang memantau atau yang meneliti setiap kejadian dan bekerja sama dengan reporter
5. Empowerer yang mampu bekerja dan melakukan pemberdayaan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lengkap.
6.smart Aggregator yang dapat melaporkan dan menyajikan berita yang kebenarannya dapat di percaya oleh masyarakat
7. Organizer bertugas untuk mengelola berita lama maupun berita baru dengan baik
8. Role Model adalah wartawan sebagai contoh masyarakat melalui sikap dan tingkah laku yang baik tanpa melibatkan kualitas karya yang dibuat.
Peran wartawan sangatpah penting bagi masyarakat. Karena wartawan sudah menjadi seorang yang selalu di nanti-nanti oleh masyarakat karena informasinya yang menarik. Dengan ini wartawan sudah memajukan informasi positif yang membuat masyarakat lebih kritis dalam mengerjakan apapun. Hal ini juga dapat bermanfaat bagi masyarakat karena mereka akan tahu apa saja yang terjadi di dunia ini.
B. Standar Wartawan
Banyak wartawan yang hasil karyanya asal buat saja. Oleh karena itu, banyak asumsi publik yang salah informasi hanya karena wartawan yang tidak bertanggung daalm mengerjakan tugasnya. Maka dari itu menjadi seorang wartawan harus mempunyai kriteria khusus yang bertujuan agar wartawan bisa lebih berhati-hati dalam menerbitkan suatu berita.
Adapun beberapa standar bagi wartawan profesional yaitu:
1. Melalui proses penerimaan yang baik (Well Seelcted). menjadi seorang wartawan haruslah siap dalam keadaan apapun bukan untuk sekedar bekerja dan mendapatkan upah karena setiap melakukan pekerjaan akan ditempatkan ditempat-tempat yang tidak menentu. Bisa saja ketika sedang meliput bencana alam yang berbahaya karena tidak semua bisa kita perkirakan menjadi seorang wartawan itu mudah kalau kita tahu dan mengerti situasi keadaan dilapangan kita belum tentu mampu untuk melakukan pekerjaan ter sebut. Oleh karena itu, tidak semua orang akan cocok dan mampu untuk menjadi seorang wartawan
2. Berpendidikan formal yang cukup (Well Educated). sesuai dengan perkembangan iptek saat ini, untuk menjadi seorang wartawan harus sarjana (S1) perlu kita diketahui bahwa menjadi wartawan haruslah memiliki kemampuan alisis yang tinggi dan juga memiliki publik speaking yang baik.
3.Terlatih dengan baik ( Well Trained). memiliki pendidikan yang tinggi belum tentu bisa menjamin seorang wartawan dapat bekerja dengan benar. Oleh karena itu, seorang wartawan bukan hanya memiliki pendidikan yang tinggi akan tetapi seorang wartawan harus mengikuti pelatihan khusus tentang prosesi kewartawanan.
4. Dilengkapi dengan peralatan yang memadai (Well Equiped). hal ini dilakukan dalam melaksanakan liputan di lapangan karena apabila perlengkapan tidak lengkap maka akan membuat juru kamera tidak dapat melakukan tugadnya dengan baik.
5. Memperoleh gaji yang layak (Good Salary). Bagaimana pun pekerjaan seseorang pasti akan mendapatkan upah yang akan mebayar semua lelahnya dalam bekerja. Dengan mendapatkan gaji yang cukuo atas pekerjaan yang kita lakukan akan membuat kita lebih semangat dalam mekukan tugas.
6. Memiliki motivasi yang baik dan idealisme yang tinggi (Well Motivation and High Idealisme). Apabila seorang wartawan memiliki kedua hal tersebut, maka ketika melakukan pekerjaan dengan segala macam hambatan akan tetap dihadapi dengan baik.
PERNYATAAN:
1. Manfaat mempelajari materi tugas dan standar wartawan
2. Motivasi mempelajari materi tugas dan standar wartawan
3. Kegunaan mempelajari materi tugas dan standar wartawan
4. Kerugian tidak mempelajari materi tugas dan standar wartawan
JAWABAN:
1. Manfaatnya kita jadi tahu proses seorang wartawan dalam membuat suatu berita.
2. Motivasinya kita menjadi lebih teliti dan dapat menghargai hasil karya dari seorang wartawan
3. Kegunaanya kita jadi bisa lebih berhati-hati dalam mencari ataupun menerima suatu berita yang belum pasti benar.
4. Kerugiannya, kita tidak akan tahu berita yang telah kita terima itu benar adanya atau hanya rekayasa wartawan.
Senin, 31 Oktober 2022
HURUF KECIL
Huruf kecil adalah suatu huruf yang berukuran lebih kecil. Dalam sistem alfabet Latin, huruf-huruf tersebut adalah a hingga z. Hampir seluruh huruf dalam kata-kata pada suatu kalimat ditulis dalam huruf kecil, kecuali jika ada aturan dalam bahasa tersebut yang mengharuskan atau menganjurkan penggunaan huruf kapital pada tempat-tempat tertentu pada kata-kata di dalam kalimat.
Huruf kecil hampir digunakan pada kata kata yang ada di dalam kalimat dan huruf kecil juga digunakan pada posisi yang tidak ada huruf kapitalnya. Adapun cara penulisan kata dalam peletakkan huruf kecil bukan pada awal kalimat misalnya, bukan nama orang atau dalam penggunaan huruf kapital pada kalimat sebelumnya. Kemudian, penggunaan huruf kecil juga perlu diterapkan misalnya dalam p enulisan nama jenis, bukan nama produk dan bukan nama tempat dalam geografis.
Penggunaan huruf kecil biasanya diawali dengan huruf kapital.Huruf awal pada setiap kalimat harus ditulis dengan huruf kapital atau huruf besar. Namun ada beberapa kata yang penulisannya tetap menggunakan huruf kecil.
Berikut penjabaran mengenai kata yang ditulis kecil dalam judul:
1.Pada kata pertama dalam judul, selalu gunakan huruf besar atau huruf kapital pada huruf pertamanya. Gunakan huruf kecil pada kata ulang berubah bunyi. Misalnya Kalang-kabut, Sayur-mayur, Serba-serbi, Padu-padan dan sejenisnya.
2.Gunakan huruf kecil pada kata ulang berimbuhan. Misalnya, Bahu-membahu, Tarik-menarik, Berdua-duaan, Sapa-menyapa. Sementara pada kata ulang utuh, huruf pertamanya tetap besar. Misalnya, Undang-Undang, Anak-Anak, Ibu-Ibu dan sejenisnya.
3.Gunakan huruf kecil pada kata yang bersifatnya partikel. Pada kata yang bersifat partikel, huruf pertama tetap ditulis dengan huruf kecil kecuali pada awal kalimat.
Pernyataan
1. Manfaat bagi saya mempelajari cara penggunaan huruf kecil adalah saya bisa membuat sebuah tulisan dengan baik dan benar. Karena penggunaan huruf kecil yang di awali dengan huruf kapital pada awal kalimat dapat membuat penyempurnaan dalam tulisan tersebut.
2. Motivasi mempelajari huruf kecil adalah saya menjadi lebih ingin tahu bagaimana cara penggunaan huruf kecil pada sebuah tulisan dan hal ini dapat membuat saya lebih berhati-hati untuk menulis dalam membuat sebuah tulisan
3. Sangat penting bagi saya dan juga profesi saya yang insya allah ketika saya menjadi seorang pendidik hal ini sangatlah berpengaruh dalam pekerjaan saya. Oleh karna itu mempelajari huruf kecil ini sangatlah berguna untuk semua orang
4. Kerugian tidak mempelajari huruf kecil adalah kita tidak akan perna tahu benar atau slaah kita selama ini dalam membuat sebuah tulisan
Huruf Miring Dan Tebal
A.Huruf Miring
Huruf miring biasanya digunakan untuk memberikan penekanan pada sebuah kata atau kalimat,namun huruf tersebut juga dipakai untuk menunjukkan sebuah istilah atau kata yang berasal dari bahasa asing.Huruf yang bercetak miring juga digunakan pada pengutipan judul buku, nama koran,penulisan nama, media sumber rujukan dan lain sebagainya.
Sehingga dalam menulis kita dapat memahami bagaimana seharusnya huruf miring digunakan dan pembaca juga dapat mengetahui apa tujuan dari kata yang ditulis.setelah kita memahami apa itu pengertian huruf miring maka kita juga harus memahami bagaimana aturan penggunaan huruf miring yang tepat dan sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia(PUEBI).
Terdapat beberapa aturan penggunaan huruf miring, Fungsi dan Contoh Penggunaan Huruf Miring
1.Menulis Judul buku
Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka.
Misalnya:
• Saya sudah membaca buku Salah Asuhan karangan Abdoel Moeis.
• Majalah Poedjangga Baroe menggelorakan semangat kebangsaan.
• Berita itu muncul dalam surat kabar Cakrawala.
• Pusat Bahasa. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Edisi Keempat (Cetakan Kedua). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
2.Penegasan
Huruf miring dipakai untuk menegaskan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat.
Misalnya:
• Huruf terakhir kata abad adalah d.
• Dia tidak diantar, tetapi mengantar.
• Dalam bab ini tidak dibahas pemakaian tanda baca.
•Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan lepas tangan.
•.Ungkapan Daerah atau Bahasa Asing
Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing.
Misalnya:
• Upacara peusijuek (tepung tawar) menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke Aceh.
• Nama ilmiah buah manggis ialah Garcinia mangostana.
• Weltanschauung bermakna ‘pandangan dunia’.
• Ungkapan bhinneka tunggal ika dijadikan semboyan negara Indonesia.
Catatan khusus tentang penggunaan huruf miring:
• Nama diri, seperti nama orang, lembaga, atau organisasi, dalam bahasa asing atau bahasa daerah tidak ditulis dengan huruf miring.
• Dalam naskah tulisan tangan atau mesin tik (bukan komputer), bagian yang akan dicetak miring ditandai dengan garis bawah.
• Kalimat atau teks berbahasa asing atau berbahasa daerah yang dikutip secara langsung dalam teks berbahasa Indonesia ditulis dengan huruf miring.
B. Huruf tebal
Huruf tebal digunakan untuk menegaskan bagian kalimat yang sudah ditulis miring. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “tebal” berarti bertambah lebih besar. Huruf tebal dapat diartikan huruf yang ditulis dengan jarak yang lebih besar daripada huruf pada umumnya.
Terdapat beberapa contoh penggunaan huruf tebal :
1. Huruf Tebal dalam Laporan atau Karya Ilmiah
Penggunaan huruf tebal dalam laporan atau karya ilmiah yang digunakan untuk menuliskan judul buku, bab, bagian bab, daftar isi, daftar tabel, daftar lambang/ simbol, daftar pustaka, indeks, dan lampiran.
Contoh:
1.Judul :
Implementasi Algoritma Bco ( Bee Colony Optimization ) Dalam Penyelesaian Travelling Salesman Problem
2.Daftar dan lampiran:
1.DAFTAR ISI
2.TABEL DAFTAR
3.DAFTAR GAMBAR
4.DAFTAR LAMPIR
5.SIMBOL DAFTAR
6.DAFTAR PUSTAKA
7.INDEKS
8.LAMPIRAN
Penggunaan huruf tebal dan huruf miring sering sekali terbalik. Kata yang seharusnya di tulis menggunakan huruf tebal kita menuliskannya dengan huruf miring. Begitu juga sebaliknya, kata yang seharusnya ditulis menggunakan huruf miring namun kita menuliskannya dengan huruf tebal. Atau malah jarang ditulis baik menggunakan huruf tebal maupun huruf miring. Oleh karena itu, memahami cara penulisan yang benar dalam bahasa Indonesia diperlukan.
Pernyataan :
1.Apa manfaat bagi kamu mempelajari huruf miring dan tebal
2.Apa motivasi kamu mempelajari huruf miring dan tebal.
3.seberapa penting materi huruf miring dan tebal bagi anda dan profesi anda nantinya
4.Apa kerugian jika tidak mempelajari huruf miring dan tebal
J
awaban
1. Manfaatnya adalah dapat meningkatkan pemahaman pembaca, karena dengan adanya huruf miring dan tebal kita bisa mengetahui makna dalam peletakan huruf miring dan tebal dalam tulisan,dan kita dapat membuat sebuah tulisan yang sudah sesuai dengan ketentuan dari EBI.
2. Motivasi saya belajar mengenai penggunaan huruf miring dan tebal untuk mengetahui lebih tentang peletakan huruf miring dan tebal.
3.Sangat penting, karena dengan kita mempelajari penggunaan huruf miring dan tebal kita dapat membuat sebuah tulisan sesuai dengan kategori EBI.
4.Kerugian yang kita dapat jika tidak mengetahui ataupun tidak mempelajari penggunaan huruf miring dan tebal adalah kita salah atau terbalik dalam peletakan huruf miring dan tebal dalam penulisan.
HURUF KAPITAL
Huruf kapital adalah huruf yang berukuran dan berbentuk khusus dari huruf yang lain. Huruf kapital juga dapat digunakan sebagai huruf pertama dari kata pertama didalam kalimat,huruf pertama dalam nama diri dan lainnya.Huruf capital harus digunakan sesuai dalam aturan atau kaidah yang tercantum dalam PUEBI.
Penggunaan
huruf kapital
1.
Huruf
pertama awal kalimat
Contohnya
:
·
Apa
maksudnya?
·
Apa
kabar ?
·
Hari
ini saya ulangan semester
·
Aku
ingin memakan kepiting bakar
2.
Huruf
pertama yang berkenaan dengan agama
Contohnya
:
·
Allah
Maha Pengasih
·
Puji
Tuhan semesta alam
·
Tuhan
Yang Maha Esa
·
Islam
agama-ku
3.
Kutipan
langsung
Contohnya
:
·
Aku
berkata “Mengapa kita harus saling mencintai?”
·
Ayahku
berpesan “Nak, jadilah perempuan yang tangguh.”
·
Nenekku
berkata “Kamu harus jadi wanita yang mandiri.”
·
Ibu
berkata “ Menjalani rumah tangga itu tidak mudah.”
4. Gelar kehormatan
Contohnya :
·
Dr.Putri
Ramadhani S.Pd,M.Pd
·
Nabi
Muhammad SAW
·
H.
Muhammad Amin
·
Ustad
Abdullah
5. Jabatan atau pangkat
Contohnya
:
·
Jenderal
Sudirman
·
Kepala
Sekolah
·
Briptu
Norman
·
Bintara
·
Tamtama
·
Perwira
·
Presiden
·
Wali
Kota
·
Gubernur
·
Pegawai
Negri Sipil
6. Unsur nama orang
Contohnya:
·
Putri
Ramadhani
·
Aqeela
Triana
·
Clarista
·
Rapunzel
·
Lee
Min Hoo
7. Nama bangsa,suku bangsa dan
bahasa
Contohnya :
·
Bangsa
Indonesia
·
Bangsa
Eropa
·
Suku
Jawa
·
Suku
Batak
·
Suku
Dayak
·
Bahasa
Indonesia
·
Bahasa
Inggris
8. Nama tahun,bulan, hari
Contohnya :
·
Bulan
Agustus
·
Bulan
September
·
Bulan
Oktober
·
Tahun
Baru Islam
·
Hari
Raya Idulfitri
·
Hari
Raya Ied Adha
9. Nama dalam geografi
Contohnya :
·
Selat
Malaka
·
Selat
Sunda
·
Samudra
Pasifik
·
Samudra
Atlantik
·
Benua
Asia
·
Benua
Eropa
·
Benua
Afrika
10. Nama lembaga
Contohnya :
·
Dewan
Perwakilan Daerah
·
Komisi
Pemberantasan Korupsi
·
Mahkamah
Agung
·
Yuridis
·
Majelis
Permusyawaratan Rakyat
·
Mahkamah
Konstitusi
·
Badan
Pemeriksa Keuangan
·
Komisi
Perlindungan Anak
·
Komisi
Nasional Hak Asasi Manusia
·
Komisi
Yudisial
11. Nama buku,majalah
Contohnya :
·
Majalah
Bisnis
·
Majalah
Agama
·
Majalah
Politik
·
Biografi
·
Kamus
bahasa Indonesia
·
Buku
Ilmiah
·
Buku
Tafsir
12. Singkatan nama gelar
Contohnya :
·
Ny
( Nyonya )
13. Nama kota
Contohnya :
·
Pisang
banten
·
Asinan
Bogor
·
Pisang
ambon
·
Pempek
Palembang
·
Nasi
padang
14. Nama produk karya seni
Contohnya :
·
Batik
Solo
·
Batik
Jawa
·
ukiran
Jepara
·
Tenun
Sumba
·
Wayang
Kulit
·
Gerabah
15. Istilah kekerabatan
Contohnya :
·
Ayah
sedang apa?
·
Saya
pergi kerumah Nenek
·
Ibuku
memasak rendang
·
Kakakku
sedang mencuci mobil
·
Paman
membawa makanan
Pernyataan
:
1.Apa manfaat bagi kamu khususnya mempelajari huruf kapital
2.Apa motivasi kamu mempelajari
huruf kapital
3.seberapa penting materi huruf kapital
bagi anda dan profesi anda nantinya
4.Apa kerugian jika tidak
mempelajari huruf kapital
Jawaban :
1.manfaatnya
dapat meningkatkan pemahaman pembaca, karena dengan adanya huruf kapital kita
bisa mengetahui makna penting dalam penting
dalam tulisan tersebut,dan kita dapat membuat sebuah tulisan yang sudah sesuai
dengan ketentuan dari EBI.
2.
membuat saya lebih ingin mencari tahu secara jelas mengenai penggunaan huruf kapital.
3.sangat
penting, karena dengan kita mempelajari penggunaan huruf kapital kita dapat
membuat sebuah tulisan sesuai dengan kategorinya EBI,dan ketika kita sebagai
penulis sudah dapat menulis dengan tepat. Maka, pembaca akan lebih memahami
makna dari tulisan yang telah kita buat.
4.kurigaan
yang kita dapat jika tidak mengetahui ataupun tidak mempelajari penggunaan
huruf kapital. Maka kita akan selalu salah dalam membuat sebuah tulisan .



















