Selasa, 01 November 2022
Dunia Wartawan
Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
A. Kode Etik
Kode etik merupakan suatu norma atau aturan yang telah dibuat secara tegas menyatakan untuk kebenaran, baik dan buruknya bagi seorang wartawan profesional. Seorang wartawan harus bisa melakukan apa yang harus dilakukan dan yang tidak dilakukan. Dalam mewujudkan kemerdekaan pers, seorang wartawan harus menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat dan norma-norma agama. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas, fungsi, hak, kewajibannya pers harus menghargai hak asasi setiap orang. Hal inilah yang membuat pers dituntut untuk profesional. Begitu pula kode etik jurnalistik (KEJ) harus menempati posisi yang strategis dan penting bagi wartawan. Seharusnya wartawan memiliki kedudukan yang istimewa. Kemudian, setiap wartawan yang tidak memahami dan mentaati kode etik jurnalistik akan kehilangan martabatnya sebagai seorang wartawan.
Adapun empat alasan penting kode etik jurnalistik bagi wartawan yaitu:
1. Kode etik jurnalistik dibuat khusus dari, untuk dan oleh kalangan wartawan dengan tujuan untuk menjaga kehormatan profesi sebagai wartawan.
2. Seorang wartawan harus memiliki keterampilan teknis di bidangnya. Sepertimenulis berita dan artikel, dan juga mampu menyiarkan berita dengan baik.
3. Wartawan juga hatus memiliki pengetahuan yang luas baik dalam penguasaan teknis ataupun mampu bersosialisasi kemasyarakat.
4. Kode etik jurnalistik sebagai barometer profesionalisme wartawan
Pelaksanaan kode etik jurnalistik merupakan salah satu barometer seberapa besar amanah yang diberikan oleh rakyat kepada pers yang dijalankan. Oleh karna itu, jika seorang wartawan tidak dapat memahami dan mentaati kode etik jurnalistik ini. Maka, wartawan telah mengkhianati kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya. Oleh karena itu, pemahaman dan juga penataan terhadap kode etik jurnalistik ini sangat mutlak bagi seorang wartawan.
Adapun 5 manfaat bagi wartawan yang mentaati KEJ yaitu:
1. Melindungi keberadaan seorang profesional dalam menjalankan tugasnya.
2. Melindungi masyarakat dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
3. Mendorong persaingan sehat antar praktisi.
4. Mencegah adanya kecurangan sesama wartawan.
5. Mencegah informasi palsu oleh narasumber.
Ketika seorang wartawan membuat sebuah berita hoax maka akan terkena pasal 28 UU ITE dan dipidana dengan hukuman enam tahun penjara atau denda sebesar satu miliar rupiah. Sejatinya hukuman dalam kode etik masih bersifat moral. Karena, sanksi dari kode etik masih dari hati nurani masyarakat yang baik. Kemudian tidka semua wartawan bisa dikenakan isi kode etik untuk organisasi wartawan tertentu. Contohnya, kode etik milik PWI hanya berlaku bagi wartawan dan anggota dibawah organisasi PWI. Kode etik PWI bersifat otonom dan personal, hak otonom dalam menyusun, membuat, mengawasi personal dalam pelaksanaan KEJ PWI.
PERNYATAAN:
1. Manfaatnya kita bisa mengetahui apa saja aturan yang berlaku bagi seornag wartawan dalam menjalankan tugasnya.
2. Motivasinya, kita bisa lebih bisa mempersiapkan diri jika ingin menjadi seorang wartawan
3. Kegunaanya, membuat kita lebih mudah untuk mengetahui proses-proses yang telah dilakukan oleh seorang wartawan dalam bertugas
4. Kerugiannya, kita tidak akan pernah bisa memahami betapa sulitnya menjadi seorang wartawan yang memegang penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
Kewartawanan dan Wartawan
Wartawan merupakan orang yang pekerjaannya mencari,mengumpulkan,memilih, mengolah berita dan menyajikan secepatnya kepada masyarakat luas melalui media massa baik yang tercetak maupun elektronik.
Pengertian wartawan sendiri tercantum dalam pasal 1 ayat 4 undang-undang nomor 40 tahun 1999 yang berbunyi " wartawan adalah profesi yang secara teratur melakukan kegiatan jurnalistik dalam bentuk mencari,memperoleh, memiliki, menyimpan,mengolah,dan menyampaikan informasi kepada perusahaan atau kantor berita untuk disiarkan (dipublikasikan)kepada masyarakat umum agar mereka memperoleh informasi yang benar tepat akurat dan objektif."
A. Istilah lain dari wartawan adalah jurnalis atau journalist yang memiliki arti :
1. Seorang yang melakukan tugas di bidang pers2
2. Seorang yang bertugas mencari menyusun dan menyunting berita
3. Seorang yang pekerjaannya mengedit atau merangkum berita untuk dipublikasikan secara periodical.
B. Tujuan wartawan melakukan wawancara adalah untuk :
1. memperoleh fakta yang penting dari suatu masalah
2. Mencari informasi
C. Jenis-jenis wartawan
1. Wartawan profesional adalah wartawan yang menjadikan kegiatan kewartawanan sebagai profesi
2. Wartawan freelance adalah wartawan yang tidak bergantung pada satu kabar atau berita saja
3. Koresponden adalah istilah yang sering dipakai untuk menyebut wartawan yang bertugas di daerah dan tidak berada pada satu kota dengan pusat penerbitan.
4. Wartawan kantor berita adalah wartawan dari satu kantor berita (new pers agency)tugas seorang wartawan ialah sebagai reporting atau bentuk pelaporan yang memerlukan kemampuan untuk melapor dan menulis berbagai topik.
PERNYATAAN:
1. Manfaat yang saya dapatkan dari mempelajari kewartawanan dan Wartawan adalah meningkatkan kemampuan saya dalam mencari berita dan dapat menambah wawasan saya mengenai bagaimana cara menjadi wawancara yang baik dan benar.
2. Motivasi saya adalah ingin lebih dalam mengetahui tentang kewartawanan dan Wartawan agar dapat mengetahui bagaimana teknik menyampaikan berita yang benar.
3. Kegunaan mempelajari materi ini adalah untuk mengasah kemampuan kita dalam membuat, mencari dan menulis berita.
4. Kerugian yang kita dapatkan jika tidak mempelajari materi ini adalah kita tidak akan dapat berfikir kreatif mengenai berita-berita yang terjadi.
Tugas dan Standar Wartawan
A. Tugas Wartawan
Wartawan adalah orang yang bertugas untuk mencari, mengumpulkan dan menyajikan suatu berita kepada masyarakat yang akan di sebar luaskan melalui media cetak ataupun media elektronik. Menjadi seorang wartawan tidaklah mudah karena seorang wartawan akan diberikan tanggung jawab yang begitu berat karena dengan adanya seorang wartawan akan sangat mempengaruhi pola pikir manusia di dalam kehidupan. Biasanya juga seorang wartawan akan menggali informasi kepada pihak yang terkait agar bisa menunjukkan bukti-bukti yang nyata untuk sebuah informasi yang akan dibuat. Wartawan juga harus mengikuti aturan yang ada di dalam kode etik yang sudah diberlakukan untuk wartawan misalnya, seorang wartawan dalam melakukan pekerjaan tidak. Boleh menerima suap dalam jenis apapun, wartawan juga harus menyembunyikan identitas dari pihak pelaku maupun korban dan wartawan harus mengecek terlebih dahulu berita yang akan disebar luaskan sudah akurat atau belum.
Tugas utama seorang wartawan adalah reporting yang telah ditulis melalui outlet berita seperti surat kabar, tepevisi, radio. Selain itu, tugas dan tanggung jawab seorang wartawan yaitu:
1. Authenticator adalah memeriksa atau memastikan kebenaran dari informasi berita tersebut.
2. Sense Maker adalah yang akan menjelaskan bahwa informasi tersebut benar.
3.investigator adalah yang menjadi pengawas atau pembongkar kejahatan dan wartawan dituntut untuk siap apabila mengalami hal tersebut.
4.withness Bearer adalah yang memantau atau yang meneliti setiap kejadian dan bekerja sama dengan reporter
5. Empowerer yang mampu bekerja dan melakukan pemberdayaan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lengkap.
6.smart Aggregator yang dapat melaporkan dan menyajikan berita yang kebenarannya dapat di percaya oleh masyarakat
7. Organizer bertugas untuk mengelola berita lama maupun berita baru dengan baik
8. Role Model adalah wartawan sebagai contoh masyarakat melalui sikap dan tingkah laku yang baik tanpa melibatkan kualitas karya yang dibuat.
Peran wartawan sangatpah penting bagi masyarakat. Karena wartawan sudah menjadi seorang yang selalu di nanti-nanti oleh masyarakat karena informasinya yang menarik. Dengan ini wartawan sudah memajukan informasi positif yang membuat masyarakat lebih kritis dalam mengerjakan apapun. Hal ini juga dapat bermanfaat bagi masyarakat karena mereka akan tahu apa saja yang terjadi di dunia ini.
B. Standar Wartawan
Banyak wartawan yang hasil karyanya asal buat saja. Oleh karena itu, banyak asumsi publik yang salah informasi hanya karena wartawan yang tidak bertanggung daalm mengerjakan tugasnya. Maka dari itu menjadi seorang wartawan harus mempunyai kriteria khusus yang bertujuan agar wartawan bisa lebih berhati-hati dalam menerbitkan suatu berita.
Adapun beberapa standar bagi wartawan profesional yaitu:
1. Melalui proses penerimaan yang baik (Well Seelcted). menjadi seorang wartawan haruslah siap dalam keadaan apapun bukan untuk sekedar bekerja dan mendapatkan upah karena setiap melakukan pekerjaan akan ditempatkan ditempat-tempat yang tidak menentu. Bisa saja ketika sedang meliput bencana alam yang berbahaya karena tidak semua bisa kita perkirakan menjadi seorang wartawan itu mudah kalau kita tahu dan mengerti situasi keadaan dilapangan kita belum tentu mampu untuk melakukan pekerjaan ter sebut. Oleh karena itu, tidak semua orang akan cocok dan mampu untuk menjadi seorang wartawan
2. Berpendidikan formal yang cukup (Well Educated). sesuai dengan perkembangan iptek saat ini, untuk menjadi seorang wartawan harus sarjana (S1) perlu kita diketahui bahwa menjadi wartawan haruslah memiliki kemampuan alisis yang tinggi dan juga memiliki publik speaking yang baik.
3.Terlatih dengan baik ( Well Trained). memiliki pendidikan yang tinggi belum tentu bisa menjamin seorang wartawan dapat bekerja dengan benar. Oleh karena itu, seorang wartawan bukan hanya memiliki pendidikan yang tinggi akan tetapi seorang wartawan harus mengikuti pelatihan khusus tentang prosesi kewartawanan.
4. Dilengkapi dengan peralatan yang memadai (Well Equiped). hal ini dilakukan dalam melaksanakan liputan di lapangan karena apabila perlengkapan tidak lengkap maka akan membuat juru kamera tidak dapat melakukan tugadnya dengan baik.
5. Memperoleh gaji yang layak (Good Salary). Bagaimana pun pekerjaan seseorang pasti akan mendapatkan upah yang akan mebayar semua lelahnya dalam bekerja. Dengan mendapatkan gaji yang cukuo atas pekerjaan yang kita lakukan akan membuat kita lebih semangat dalam mekukan tugas.
6. Memiliki motivasi yang baik dan idealisme yang tinggi (Well Motivation and High Idealisme). Apabila seorang wartawan memiliki kedua hal tersebut, maka ketika melakukan pekerjaan dengan segala macam hambatan akan tetap dihadapi dengan baik.
PERNYATAAN:
1. Manfaat mempelajari materi tugas dan standar wartawan
2. Motivasi mempelajari materi tugas dan standar wartawan
3. Kegunaan mempelajari materi tugas dan standar wartawan
4. Kerugian tidak mempelajari materi tugas dan standar wartawan
JAWABAN:
1. Manfaatnya kita jadi tahu proses seorang wartawan dalam membuat suatu berita.
2. Motivasinya kita menjadi lebih teliti dan dapat menghargai hasil karya dari seorang wartawan
3. Kegunaanya kita jadi bisa lebih berhati-hati dalam mencari ataupun menerima suatu berita yang belum pasti benar.
4. Kerugiannya, kita tidak akan tahu berita yang telah kita terima itu benar adanya atau hanya rekayasa wartawan.




